BERUBAH WUJUD BERPINDAH HABITAT

August 20th, 2008 by inayahmangkulla

“Tak terhitung
langkah sejak dia berpaling dari pintu rumah, namun tak satu langkah pun
kenangan meninggalkan hatiku…”

 

Orang-orang yang kita cintai pergi bukan
karena dia meninggalkan, melainkan ingin tetap bersama kita. Menetap di pikiran
dalam kenangan, bertumbuh di hati berbuah rindu.

 

Dia pergi untuk menetap dalam hati dan
pikiranmu…

SAYA TERSANGKA MEMBUNUH IBU

August 18th, 2008 by inayahmangkulla

Mengapa untuk hidup kita harus menjadi pembunuh secara perelahan-lahan orang yang kita cintai?

ALZHEIMER

August 15th, 2008 by inayahmangkulla

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;
mso-font-alt:"Century Gothic";
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-font-family:Calibri;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Tak
ada alasan untuk tidak bersedih saat diri Anda meninggalkan ingatan seorang
sahabat. Padahal Anda terus mengenangnya. Ingatan mengantarkan Anda untuk
mengirim sms (sekedar basa-basi), dibalas dengan “siapa ini?”.

Tak perlu marah karena ternyata nomor hp
Anda terhapus atau tidak tersimpan di hpnya, tapi lebih penting jika Anda
bersyukur karena Anda masih mengingatnya.

Setiap
orang bisa datang dan pergi sesuka hatinya, hanya sahabat yang memutuskan
mengakar kuat dalam hati, tak peduli langit cerah ceria atau diserang sendu
mendung.

Biarkan waktu yang
menyeleksinya. Hanya masa depan yang berhak memutuskan pemenangnya, entah
bagaimanapun caranya : mungkin saja dia yang akan menghampiri…

MESSAGE TO +6285255008xxx

July 21st, 2008 by inayahmangkulla

Begitu banyak kata-kata yang kucatat dari buku SAMURAI (II)
JEMBATAN MUSIM GUGUR (Takashi Matsuoka).

Pernah kutawarkan buku ini untuk
dibaca SIPUT. Kebetulan buku itu adalah penghuni BIBLIOHOLIC. Tapi sepertinya
dia tak berminat. Ya sudahlah. Tak ada orang yang sama persis dalam masalah
selera kan?

Salah satu bagian yang paling
tertinggal di pikiranku adalah :

 

Samurai_jembatan_musim_gugur_1


Dia berdiri tegap dan menahan air matanya. Dia merasa telah melakukannya dengan
baik. Kakeknya bertanya,”Mengapa kau tidak menangis?”

“Samurai
tidak menangis,” kata Genji

Kening
Kakeknya berkerut. Dia berkata, “Orang jahat tidak menangis. Pahlawan menangis.
Kau tahu mengapa?”

Genji
menggeleng.

“Karena hati orang jahat dipenuhi apa yang
mereka peroleh. Hati pahlawan dipenuhi apa yang telah hilang dari mereka”

(halaman 555)

 

Genji teringat Ayahnya yang
meninggal dan dipergoki oleh Kakeknya hampir menangis.

Jadi jangan malu menangis KEONG.
Dengan begitu kau telah menobatkan (alm.) Kakekmu sebagai pahlawan walau hanya
bagi dirimu sendiri.

Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya
(Letto-Memiliki Kehilangan). Berbahagialah, karena ternyata kau pernah
memilikinya untuk kau berikan rasa sayang.

PUISI UNTUK GURU FISIKA

July 21st, 2008 by inayahmangkulla

Oleh : FITRI

 

Hari ini guru ajarkan kami
tentang pembiasan cahaya

Kau katakana warna itu dibiaskan

Hasilnya kami bisa lihat mejiku hibiniu yang indah

Tapi tahukah guru, cahaya hidayah
lebih indah dari itu

 

Kemarin kau ajarkan kami tentang
katrol

Kau katakan beban itu akan terasa
ringan kalau menggunakan katrol

Tapi kau tak katakan cara
mengangkat beban dalam hati

Yang mempengaruhi keimanan kami

 

Seminggu yang lalu kau ajarkan
kami tentang usaha

Kau katakan usaha itu berbanding
lurus dengan daya dan selalu berhasil

Bukan karena daya dan waktu tapi
berbanding lurus dengan kehendak-Nya

 

Kau bilang kecepatan cahaya itu
adalah yang tercepat

Ternyata ada kecepatan yang jauh
lebih cepat

Kecepatan Allah menuju hamba-Nya
yang bertakwa

 

Kau ajak kami menghapal kekekalan
energi

Energi tidak dapat diciptakan dan
tak dapat dimusnahkan

Nyatanya kalau Allah inginkan
semua itu bisa terjadi

 

Kau jelaskan pada kami tentang termometer

Celcius, Fahrenheit, Reamur dan Kelvin
kau ceritakan

Tapi kau tak beritahu kami

Termometer mana yang sanggup
mengukur panasnya api neraka

 

Guru bantu kami untuk pahami

Tentang fokus kami sebagai hamba

Yang dipengaruhi oleh jarak kami
pada-Nya

 

Gur beritahu kami tentang hari
akhir

Ketika bumi tak lagi berotasi

Dan lintasan planet tak sesuai
dengan garis edarnya

 

Guru terangkan pada kami tentang
semua itu

Jangan hanya ajarkan kami tentang
usaha

Dan kau lupa ajak kami untuk
berdoa

 

Dari : Majalah SODA

Edisi II Tahun I Agustus 2005 :
GEBRAKAN PENULIS MUDA

Rubrik Ngomong Dong

Halaman : 41

GARA-GARA TIVI

July 21st, 2008 by inayahmangkulla

Efek dari nonton tivi jadi malas…. hahahaha

Saya jadi menantikan beberapa acara, termasuk PRIME TIME di Trans TV…
Saya menantikan karakter yang diperankan oleh Nycta Gina, JENG KELLIN
yang meeeeeemang jengkelin… hehehe


Siapa pemain yang paling kamu suka?

SALAH TEMPAT

June 5th, 2008 by inayahmangkulla

melawan AKSI  DAMAI  dengan  KEKERASAN

sama saja dengan

LAKI-LAKI  yang hanya berani sama PEREMPUAN

SANSER

June 5th, 2008 by inayahmangkulla

suatu hari saya diskusi Santai tapi Serius dengan Keong dan Siput…

Bla… bla… bla…

KEONG : demo kan bisa damai, malah merugikan orang banyak kalau jadi bentrok.
SIPUT : lagian, aksi di Unas itu gak dapat izin dari polisi
BADAK : (saya setengah mati berfikir, mencari kata yang bisa menimpali jawaban mereka)

sepanjang pete2 saya berfikiir…
saya baru ingat, bahwa aksi itu begitu mendadak, karena beberapa jam setelahnya BBM dinaikkan…

jika waktu mendesak, lalu buat apa minta izin lagi?

MAMA-MAMAan

May 23rd, 2008 by inayahmangkulla

Lucu juga melihat acara televisi akhir-akhir ini. Ratingnya jadi meningkat gara-gara acara MAMA-MAMA-an… Saya penasaran ingin menjadi penikmat acara itu juga.
“Lucu, menghibur, apalagi pembawa acaranya yang tiga itu : ‘taaaaat’, ‘teeeet’, dan ‘toooot’. Saya suka!” ujar seorang ibu dimintai komentarnya di salah satu infotainment.

Pas dua kali melihatnya, ternyata Mama tak sekedar jadi manajer. Dia harus menghibur supertor/penonton  juga… ah… seperti dibuat-buat. Pasti di belakang layar pasti mereka diperintah seperti itu. Nilai Mama juga sangat mempengaruhi poin anaknya.

Saya jadi berfikir, membayangkan saya yang berada di posisi sang artis. Makku yang tak tahu apa-apa harus cantik dan mengikuti trend mode masa kini. Makku yang lugu dan polos akan dijadikan komoditi tertawaan di depan umum… dan di lain waktu dia harus nangis-nangis, bercerita tentang penderitaan-penderitaan masa lalunya.

TIDAAAAAAKKKK! Itu tindakan yang sangat jahat…. Sungguh kejam!

Lagi-lagi kemiskinan dipertontonkan, dan saya heran inilah acara yang paling diminati. Oh… orang Indonesia.
Saya menunggu adanya LSM atau lembaga lainnya yang resah akan EKSPLOITASI IBU oleh ANAKNYA SENDIRI… Hahahah!

PREMAN NGAMPUS

May 23rd, 2008 by inayahmangkulla

Duh, terlambat lagi. Moga bukan dosen ‘tiiiiiit’ yang suka
suruh tutup pintu dari luar.

 

Seorang senior :
 “Eh! Mau kemana?”

Saya :
 “Yah, mau kuliahlah. Mangnya kemana
lagi?”

Seorang senior :
 “Kuliah? (melihat penampilan saya dari
atas sampai bawah) Benarjikah? Lihat kakimu! Dasar preman!”

Saya : “Duh, k! Dua menit lagi dosennya masuk k!
Sudah yah! Dah!”

 

Dosennya belum masuk. Katanya beliau lagi ikut pelantikan
gubernur. Bukan dia yang jadi gubernur kok kayaknya harus wajib nangkring di
situ? Kewajibannya tuh ngajar, malah
diabaikan hanya karena pelantikan pejabat. Betul-betul semua sudah
terkontaminasi politik.

Sambil duduk, seperti biasa saya memilih kursi di deretan
yang agak belakang. Hahahaha! Mataku tertuju pada sandal jepitku. Apa
hubungannya sandal jepit dan preman? Kalau memang ada, apakah….

 

Memang preman tidak
boleh kuliah? Peragawati dan model-model yang menganggap kampus seperti Mall
bisa kuliah. Masak saya yang hanya bisa berseliweran di pasar tradisional tidak
boleh?
Ceritaku pada BEE, sebuah tempat sampah kata-kataku.

 

Tiga puluh menit menunggu dosen, akhirnya absen saja. Saya
yang rajin, gilirannya dosen malas. Cape deh! Kuhibur lagi diriku, lagian kuliah kan hak, bukan kewajiban.
(ngeles.com)

 

Sakuku bergetar, oh… sms. Dari seorang senior, saya cukup
akrab dengannya.

 

Dtngko dek lihatkak dibantai!diRuangan Laboratorium Fakultas

 

Sebenarnya gak penting hadir atau tidaknya saya di sana.
Yang penting : kartu presensi skripsiku terisi lagi satu. Dan yang paliiiiiiing
penting adalah kuenya. Hahahahah!

 

Berjalan gontai saya ke sana. Sengaja pula saya sok
basa-basi ma pegawai dan mahasiswa yang kebetulan ketemu di perjalanan. Kesal!
Giliran saya datang pagi, eh.. dosennya gak datang! Grrrhhhhh…!

Sampai di ruang eksekusi, sedikit ramai karena banyak orang
yang punya visi misi sama dengan saya. Kuenya malah sudah dimakan ma
teman-teman yang ada di situ…

Loh, kue yang kayak begitu kan biasanya untuk dosen.

Si calon tereksekusinya malah loyo!

 

Saya :
 “Napakik k? Kok belum dimulai?”

Calon tereksekusi :  “Tidak akan dimulai hari ini, Dek!”

Saya :
 “Lho, kenapa?”

(Dia semakin sedih! Berusaha menenangkan pikiran!)

Seorang teman :
 (sambil membantu beresin) “Kedua
pembimbingnya dan semua pengujinya pergi ke pelantikan gubernur!”

 

Sh**t. Kurang ajar! Kasiyannya
itu kakak dan teman-teman yang hari ini proposal dan skripsi. Dia sudah beli
banyak kue, persiapan sana(i) tapi ujiannya harus tertunda…

Dengan kemeja digantungkan dipundak, dia terduduk loyo di
tempat anak-anak LORHIT (Lorong Hitam) ngumpul. Benar-benar pem’bantai’an
perasaan. (080408)